#NGOPCAN3: Ulang Tahun Beautiesquad

Pada tanggal 11 November 2017 lalu, Beautiesquad mengadakan Ngopi Cantik edisi Ulang Tahun Beautiesquad! Jadi topik yang dibahas beneran full tentang Beautiesquad. Oh iya, Ngopi Cantiknya ini diadakan secara Online via Whatsapp, jadi untuk bisa ikutan kita harus mendaftar terlebih dahulu di bit.ly/ngopcan3. Jika kualifikasi kita dianggap sudah memenuhi persyaratan beautiesquad, maka kita akan dapet email balasan yang berisi link untuk join grup Whatsapp tersebut.

23279689_512654762427023_347279338883776512_n

Pas jam 7 malam “teng”, ngopi cantik diawali dengan pembukan dari PR Supervisor @vinaeska

DRAFT TO BE CONTINUED

 

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

5 Tips Agar Tidak Dicap “Pelakor”

Sudah hampir satu tahun ini saya sudah jarang buka socmed lain selain Instagram. Alasannya karena saya suka stalking makeup tutorial dari “beauty influencer” favorit saya di Instagram. Nah, ada satu hal yang menarik yang saya temui di Instagram yaitu padahal saya gak follow akun gosip macem “Lambe Turah”, entah kenapa post mereka selalu muncul di bagian “explore” instagram saya.

Terakhir saya sempat baca postingan mereka yang cukup “sensasional” yaitu mengenai seorang ABG perempuan yang melabrak seorang wanita setengah baya karena dianggap telah merebut kasih sayang ayahnya dan me-labeli wanita tersebut sebagai “Pelakor”. Awalnya saya juga bertanya-tanya, apaan sih pelakor? hingga akhirnya saya jadi penasaran dan memutuskan untuk googling……

Capture                                         OMG pas tau artinya, saya malah jadi miris…..

Balik lagi ke topik diatas, saya akui memang ada sebuah konsekuensi yang harus dihadapi jika kita berteman akrab dengan seorang pria yang telah beristri. Soalnya beberapa kali saya pernah mengalami dicurigai, dicemburui bahkan hampir dilabrak oleh pasangannya tersebut. Sebagai sesama wanita, saya tentu paham dengan tindakan mereka karena saya pun juga tidak akan rela kalau pasangan saya lebih sibuk berkomunikasi dengan teman wanitanya. Terlebih jika sudah mengganggu waktu kebersamaan kita dengan pasangan.

Dalam postingan ini, saya ingin sharing bagaimana etika yang baik bagi seorang wanita dalam berteman dan menjalin komunikasi dengan pria, khususnya yang telah memiliki pasangan. Sharing ini berdasarkan pengalaman saya dimana lingkungan perkuliahan dan pekerjaan saya saat ini, didominasi oleh pria yang umumnya telah beristri.

1. Meminimalisir komunikasi chat
Saya selalu berusaha untuk meminimalisir percakapan di Whatsapp/Line, terlebih jika topik percakapannya tidak ada kaitannya dengan perkuliahan ataupun pekerjaan saya. Jangan sampai percakapan di ruang chat tersebut, membuat teman pria saya malah merasa nyaman untuk mencurahkan hatinya dan menjadi ketergantungan. Jika pasangannya mengetahuinya, tentu hal tersebut akan melukai perasaannya dan membuat masalah dalam hubungannya. Saya pun sebagai seorang wanita akan merasakan dampaknya juga.

2. Meminimalisir berdua-duaan secara fisik
Meski telah berteman sejak lama, saya mencoba untuk mengurangi intensitas atau menjaga jarak dengan teman pria saya. Hal tersebut bukan bertujuan untuk saling bermusuhan, melainkan untuk mengurangi frekuensi bertemu, senda gurau, ataupun komunikasi yang sekiranya dapat mengganggu hubungan antara dia dengan pasangannya.

3. Dekati dan kenali pasangannya
Ketika teman pria saya telah menikah dan memiliki seorang istri, saya mencoba untuk  mendekati dan mengenal lebih jauh istrinya juga. Bahkan ketika saya ada keperluan dengan teman pria saya itu, saya lebih sering menanyakan keberadaannya dan meminta ijin melalui istrinya. Dengan begitu, istrinya akan merasa lebih dihargai dan tidak merasa ada hubungan yang ditutup-tutupi.

4. Hindari foto berdua-duaan
Saya sering menghindari ajakan foto yang hanya berdua-duaan saja, apalagi di jaman lambe turah begini. Menurut saya, walaupun foto tersebut tidak bermaksud untuk yang aneh-aneh namun dari sebuah foto bisa mengundang banyak persepsi, terlebih jika istrinya melihatnya. Oleh karena itu, saya  menghormati perasaan pasangannya dengan tidak memicu hal-hal yang dapat membuat kesalahpahaman dan dapat berujung fitnah.

5. Membatasi diri  
Sebenarnya kunci utama agar tidak dicap sebagai pelakor yakni dengan membatasi diri untuk tidak berperilaku berlebihan dalam pertemanan dengan lawan jenis. Di Indonesia (bahkan di seluruh dunia), apapun alasannya, bahkan kalaupun yang menyukai kita adalah sang pria, tetap saja kita yang bakalan dicap sebagai perusak rumah tangga orang lain. Siapkah kita hidup dengan julukan itu seumur hidup? Bahkan hingga kelak jika kita memiliki suami dan anak, cap negatif itu akan terus menempel.

Mungkin kalau teman-teman pembaca diminta menambahkan tips di kolom komentar, bakalan masih banyak lagi tips-tips lainnya. Tapi satu hal yang harus selalu diingat bahwa KARMA DOES EXIST sehingga itu akan menjadi “reminder” bagi kita bahwa terlalu banyak resiko yang akan dihadapi jika kita tidak mulai membatasi diri. Jadikan kisah–kisah yang sudah ada menjadi pelajaran bahwa pelakor merupakan tindakan yang sulit dimaafkan.

Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat pelakor ya…. 🙂

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

[Retinoids]: Not a product for everyone

Since my birthday on September, I became more concerned with my skin. The reason is because of me and most women in the world are generally very afraid to grow old. Aging certainly affects everything from health to appearance. Some women are even hate their birthday because they do not want grow older.

A couple of weeks ago, I visited my dermatologist and we talked about how a lot of the anti-aging cosmetics in stores. There are a few products that can really go beyond prevention of signs of aging and actually reverse the aging of the skin. The most established of these anti-aging actives are retinoids, a group of compounds derived from vitamin A. This group includes tretinoin (brands like Atralin, Avita, Retin-A, Retin-A Micro, Renova), tazarotene (Avage, Tazorac), and adapalene (Differin).

Over the decades, retinoids have been the subject of well-designed medical studies that showed all kinds of uses for these compounds. They can reduce the number and depth of fine lines and wrinkles. They can prevent acne. They can unclog pores and reduce the appearance of pores. They can treat psoriasis and keratosis pilaris. And they are even used to treat certain types of skin cancer and precancerous cells.

sunday-riley-5810031fd80c-UVK0rb-4

Sunday Riley: Luna Sleeping Night Oil

As cool as they are, retinoids are not a product for everyone. In the beauty world, we can get so excited by the cosmetic effects of retinoids that we can forget that they are medicine, not cosmetics. I had used Sunday Riley Luna Sleeping Night Oil which contained retinoids, but it caused a lot of irritation to my skin, especially right at the very start of treatment. They make my skin purging, flaky, and sensitive. 😦

My dermatologist was told me to stick with it. It would be worth it. Retinoids is really gonna help to reduce fine lines and wrinkles andd our skin renew itself about every 28 days. It naturally sheds old and dull dead cells, replacing them with fresher and smoother ones. It’s called natural exfoliation. But, to do that, it must make it worse first. I just need to be a little patient with it.

I started to use salyclic acid 1.8% and my face seems to be much calmer but, it make retinoids less effective. Here’s a workaround,  I applied retinoid at night and salicylic acid in the morning.

My purging skin

So, if you are interested in retinoids, talk to your doctor. Whether or not you use a pharmaceutical like a retinoid should be entirely a discussion between you and your primary care doctor or dermatologist. The decision should be based on your skin health and nothing else.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Get my life back to the right track

A couple of months ago, one of my best friend passed away. She was just 25 years old, yet she died from a heart attack. That day she said that she was tired and took a nap in her desk, and she never woke up.

That news was somehow beyond shocking to me because the day my friend died, I also felt pretty much the same symptoms as hers. I didn’t think I was sick, I just felt extremely tired and I always craved for a long nap. I still remember the nights I fell asleep in the sofa, then I’d woke up just to go back to my laptop again.

It reminded me of my forgotten dreams; all the things I wanted to do before I die. Then, I finally asked myself, “Do I really want to do this for the rest of my life? And from all the things I wanted to do in life, what did I want the most?”

I hope, I really hope, I will still have enough times to do at least, to get my life back to the track that I really want for myself!

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Halo, September! :)

Halo, September! 🙂

Bulan September selalu menjadi bulan “pengingat” bagi saya untuk introspeksi diri. Sebagai “Virgo Girl”, bulan ini seakan menandakan bahwa usia saya akan bertambah. Selain itu, datangnya September merupakan rangkaian bulan-bulan berakhiran -ber  yang artinya tahun ini tinggal sisa tiga bulan lagi. Saya biasanya mengecek lagi resolusi yang sudah saya lakukan di tahun ini, apa saja yang belum tercapai, bagaimana progressnya, apakah kira-kira bisa dikejar atau tidak, dst.

Berikut adalah daftar resolusi saya di tahun 2017 yang hampir/telah tercapai:

1. Nyobain Face Painting

Face paint adalah seni melukis wajah manusia dengan menggunakan cat  khusus. Saya sudah lama punya keinginan untuk belajar face painting sejak saya menonton acara pertunjukan Kabuki. Kabuki sendiri merupakan pertunjukkan tari drama  Jepang yang terkenal dengan kostum dan gaya make-up yang ajaib dan berani. Salah satu ciri khas makeup ala Kabuki adalah Shironuri (白塗り) yang secara harfiah berarti “dicat dalam warna putih”. Ini mengacu pada tradisional make-up yang digunakan oleh para geisha dan aktor kabuki yang menjadi dasar makeup wajah semulus porselen. Tarikan goresan eyeliner yang tegas dan sapuan lipstik merah pun seakan menjadi nyawa dalam pertunjukkan Kabuki.

 

Dalam foto ini saya memakai cat khusus Face Paint merk Face Deco dari Amos. Saya membeli cat ini di Gramedia Bandung seberang BIP. Biasanya cat ini terletak di rak barengan dengan crayon, dan cat poster. Alasan saya memakai merk ini karena murah meriah dan gampang ditemukan dimana-mana. Selain itu, karena kulit saya termasuk sensitif jadi saya beli cat yang memang difromulasikan untuk anak-anak. Cat ini tidak mengandung toxic/paraben sehingga sangat aman utk kulit. Cara membersihkannya pun mudah tinggal pake sabun dan air. Namun, hasilnya lumayan juga untuk pemula. Ya namanya juga masih pemula, ngapain beli face paint yang mahal-mahal haha….. 😅

2.Makeup Collaboration Achievement

Bulan April 2017 saya ikutan makeup collaboration dari @atomcarbonblogger dan @makeupuccino Kebetulan tema kolaborasinya sangat pas dengan karakter saya yaitu tentang woman emancipation. Saya mungkin orang yang paling berapi-api  kalau udah ngomongin emansipasi ini. Soalnya gak banyak orang yang percaya kalau saya enjinir. Apalagi kalau stalking IG saya yang isinya cuma bahas makeup doank.  No one will ever believe that I am a petroleum engineer. Yeah, I have to admit that I am being a different person on Instagram haha…

Instagram.JPG

Tapi alhamdulilah saya kepilih jadi pemenang hadiah giveaway bulan April lalu ❤ Saya dapet eyeshadow palette Makeup Revolution yang seri EAT, SLEEP MAKEUP, REPEAT. Untuk review eyeshadownya bisa dibaca disini.

3. Eating Right on the Weekend

Banyak teman-teman sebaya saya yang saat ditanya mengenai upaya mereka untuk hidup lebih sehat, mereka bilang bahwa mereka menjalankan pola ‘makan bersih’. Tentu yang dimaksud bukan bersih dalam arti jajan sembarangan. Maksudnya adalah pola makan sehat. Clean eating memang menjadi salah satu alternatif diet sehat yang cukup booming di kalangan health enthusiast. Pola makan berbasis wholefood, tanpa pestisida, tanpa bahan pengawet dan MSG diyakini bisa membantu tubuh dapatkan nutrisi terbaik.

21433293_511346242550563_1609310377361801216_n.jpg

Saya pun menjadikan pola makan “bersih” sebagai bagian dari resolusi saya di tahun ini.  Tujuan utama saya bukan hanya sekedar utuk “SEHAT” tapi untuk membiasakan pola makan yang “BENAR”. Semenjak jadi anak kost, saya memang udah keseringan makan makanan instant. Keterbatasan dapur di kosan dan waktu untuk memasak membuat saya jadi lebih memilih makanan siap saji/kemasan. So, untuk benar-benar clean eating bagi anak kosan seperti saya kayaknya agak sulit. Jadi saya mencoba mengakalinya dengan EATING RIGHT on the weekend. Itu pun masih belum bisa ekstrim “pure organic” tapi saya sudah mulai membatasi asupan garam, MSG dan pengawet makanan.

4. Menabung Rp 20 ribu

Berawal dari membaca kultwit motivator @ipphoright Saya pun jadi mulai tergerak untuk menyisihkan Rp 20ribu untuk ditabung. Kalau kalian Googling, udah banyak kisah sukses orang2 yang telah membuktikan kedahsyatan menabung Rp 20ribu termasuk Beauty Blogger @inivindy  

16194975_10211828968501841_7317867101083611326_n

Boleh dibilang menabung itu menyenangkan, namun juga merupakan sebuah perjuangan. Saya sendiri merasakan bahwa ada banyak ‘ujian dan cobaan’ yang menerpa selama mengumpulkan uang Rp 20ribu ini. Pertama, saya sering takut kalau uang ini akan terpakai. Yang kedua, adalah ketika tanggal tua. Ada kalanya saya harus menyerah pada keadaan. Namun dengan manfaat yang begitu besar untuk investasi hari depan, saya ingin terus memelihara kebiasaan baik ini bukan hanya sekedar resolusi tahun ini tapi untuk tahun-tahun seterusnya.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Become a Post-grad Students

Kali ini mau bahas yang agak serius dikit, jadi saya sering mendengar pertanyaan apakah kuliah postgraduate macem S2/S3 itu penting? Kalau ditanya penting atau nggak ya tergantung motivasinya untuk melanjutkan sekolah. Namanya juga mencari ilmu kan memang diwajibkan mulai dari lahir sampai kembali menghadap-Nya.

Rata-rata keputusan seseorang untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang post graduate adalah untuk memperdalam ilmu pengetahuan (klise), membuka kesempatan meraih jenjang karir/jabatan yang lebih baik, memperluas jaringan atau koneksi, serta adanya persyaratan minimal untuk beberapa profesi seperti dosen atau PNS. Misalnya, syarat untuk menjadi dosen harus berpendidikan S2 atau bahkan S3.

So, apakah pengalaman kerja dan skill sudah tidak lagi penting? Menurut saya pengalaman kerja dan skill masih tetap penting. Jangan pernah berpikir dengan sekolah S2/S3, nyari kerja itu lebih gampang (kecuali bagi para profesional yang sebelumnya telah bekerja ataupun dosen dan PNS). Pemikiran seperti itu harus diubah karena sebenarnya banyak lulusan S2 yang sulit mencari kerja karena minim pengalaman walaupun secara akademis sudah kompeten.

Terus kalau pengalaman dan skill itu penting kenapa masih harus S2? Mengacu pada realita yang berkembang di masyarakat, terkadang pengalaman dan skill pun tetap butuh pengakuan atau standarisasi. Salah satu bentuk standarisasinya adalah dengan bukti tertulis seperti ijazah misalnya. Karena tanpa bukti tertulis, orang lain sulit menilai kompetensi kita. Maka dari itu, orang-orang mengambil standarisasi tersebut dengan mengikuti pendidikan resmi di universitas ataupun sertifikasi.

Untuk yang berencana melanjutkan S2/S3, saya sarankan untuk mempunyai persiapan yang mantap baik secara fisik, mental maupun finasial.  Di tingkat S2/S3 ini juga kita dituntut untuk berpikir secara metodis, bukan teoritis kayak anak S1 lagi. Jadi coba tanyakan ke dalam diri apa motivasi dan tujuan kalian dalam melanjutkan S2. Kalau pertanyaan itu sudah bisa dijawab dari lubuk hati paling dalam, dan di aminkan oleh pikiran dan alam semesta. Ya,  Jalani saja.. Go ahead..

 “Diatas langit masih ada langit”.…….

Untuk kakak-kakak S2 jangan pernah merasa superior, karena ilmu pengetahuan itu selalu berkembang. Bekal ilmu yang tinggi tak akan ada artinya tanpa pengalaman yang mumpuni. Begitu juga untuk adek-adek S1 jangan pernah merasa minder, karena lulusan S1 umumnya lebih mudah dibentuk sesuai kebutuhan dibandingkan lulusan S2 yang biasanya udah punya ideologinya sendiri.

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

They are the ones who make us learn

A few days ago, I told one of my colleagues, “If you really like her until that much, then you should go and get her. Do it if you don’t want to wonder or regret for the rest of your life!”

And then I also told him a long-time story about how I used to lose someone who meant a lot to me. Someone who took years for me to move on (and that was only because I knew he was getting married soon), someone whom I adored, looked up to, someone who made me want to be a better person like he was.

Sometimes, I wonder if I should have tried harder before it was too late.

Sometimes, I think I should never listen to anyone else, I should just believe in him and me.

In the lowest points of my life, I sometimes look at his happy life and I’ll wonder, “What if we tried harder? Maybe, if only I tried hard enough, that life could be my life now. A life with him in it.”

What’s even worse, I still tend to compare the new guys in my life with this one guy from the past. I often say to my best friends that it’s impossible to find someone like him. And everytime I got disappointed by someone new, it was only anoher justification how right I was: I’ve had my chance and I have let it slipped through my fingers.

Believe me… it’s definitely true when people say that it’s better try and fail rather than never try and always wonder. I’ve also tried and failed, and it was indeed a lot better than the regret of letting that one amazing guy walk out of my life. At least when I tried, I didn’t have any “what if” as I already had all my questions answered. I’ve put my best effort and if the very best of me was not enough for him, then I had no doubt to let it go. 

Some people in our life may randomly happened for some reasons we don’t even remember. In some cases,  we look back and we laugh at ourselves: how could we be so crazy about all those guys? But some other people are unforgettable. They are still our favorite stories to tell, and the memories just can’t seem to fade away.

 They are the ones who make us learn how to define a true love, and they are the ones who will always have a little piece of us. If you have someone like that, after reading all this, I hope… you should know what to do.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar