Find your happiness, start from the little things

Beberapa kali dalam sebulan, ruas jalan di depan kosan saya sering dipakai untuk menggelar semacam pasar kaget. Pedagang pakaian, aksesoris, mainan, jajanan pasar, dan bahkan ada juga wahana sederhana untuk anak-anak kecil. Pasar malam di tengah kota Jakarta yang sangat sederhana tapi tidak pernah sekalipun tampak kekurangan pengunjung.
Suatu malam, saya melewati pasar dadakan itu di perjalanan pulang menuju kosan. Dari dalam mobil uber, saya melihat keluarga kecil berjalan bergandengan. Si anak terlihat gembira dengan balon dengan karakter Marsha di tangan kanannya. Begitu pula raut wajah ayah dan ibunya. Mereka bertiga tampak sangat bersemangat melihat-lihat barang dagangan yang digelar di sepanjang jalan.
Hanya begitu saja, hari saya saat itu menjadi lebih baik dengan sendirinya. Saya masih saja sering lupa… bahagia itu sederhana. Sesederhana menikmati malam bersama keluarga. Atau sesederhana berbahagia melihat kebahagiaan orang lain.
Sejak malam itu, perjalanan melewati pasar malam yang awalnya terasa menjengkelkan karena ramainya, berubah menjadi terasa menyenangkan. Saya seperti menemukan satu lagi alasan kecil untuk bisa berbahagia.
Find your happiness, start from the little things….
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Talk about guy (8)

Berawal dari sebuah video pendek yang dibagikan oleh Bride Story via Instagram, di dalam video itu ditampilkan sepasang manula yang sudah puluhan tahun menikah, mereka mulai pacaran sejak umurnya belum menginjak 17 tahun.

Suami dalam video ini bercerita bahwa saat itu, rumah dia dan rumah istrinya (yang dulu masih jadi pacarnya) berjarak sekitar 13 KM. Meski demikian, si suami rela menempuh jarak itu dengan berjalan kaki hanya demi menemui istrinya seminggu sekali. Melihat pengorbanan itu, ayah dari si suami suatu hari bertanya pada anaknya, 

“Do you think that girl loves you as much as you love her?”

Kemudian suatu hari, si suami sakit keras, dan tiba-tiba saja, gantian si istri yang rela berjalan kaki 13KM, sendirian, hanya untuk menemui pacarnya itu! Saat itulah si suami menemukan jawaban atas pertanyaan ayahnya, 

“She loved me as much as I did.”

Meski saya tidak mengenal pasangan ini secara langsung, tapi saya percaya bahwa memang benar mereka tetap saling mencintai meski sudah menikah puluhan tahun lamanya. Tetap mesra, dan tetap  bahagia. Tipe pasangan yang seperti ini lah yang bisa bikin saya merasa kagum! Saya lebih “iri” melihat pasangan kakek-nenek yang masih terlihat romantis ketimbang a newly wed yang masih tampak mabuk kebayang.

Kenapa?

Karena pasangan yang baru menikah, sudah hampir pasti semuanya masih tampak tergila-gila, masih mesra, dan harmonis satu sama lainnya. Lain halnya dengan orang yang sudah sampai puluhan tahun menikah. Berhasil melewati satu hari tanpa saling meneriaki satu sama lainnya saja sudah bisa dianggap bagus banget!

Berangkat dari video ini, saya jadi berkesimpulan:

Yang paling penting bukan hanya sekedar menemukan pasangan lalu menikah; yang penting adalah menikah dengan orang yang sangat kita cintai, yang juga sebaliknya dia sangat-sangat mencintai kita; dan Setelah menikah, yang paling penting bukan hanya sekedar tetap menikah dan tidak bercerai; yang penting adalah tetap menikah dan tetap bahagia. Tetap saling mencintai.

Video ini juga menyadarkan saya bahwa kemungkinan besar, menjalani hubungan yang berat sebelah akan terasa luar biasa menyiksa untuk pihak yang berada dalam posisi “lebih mencintai”. Harus selalu mengalah, harus selalu berkorban, capek sendiri, stres sendiri, sedih sendiri…. Balik ke poin dua di atas, kalaupun nantinya berlanjut sampai ke jenjang pernikahan, pertanyaannya,

“Bisa tahan sampai berapa lama?”

Pemikiran seperti ini pada akhirnya membantu saya buat bisa move-on. Kesadaran bahwa saya harus mendapat orang yang mencintai saya sama besarnya dengan saya mencintai dia membuat saya memutuskan bahwa saya tidak boleh buang-buang waktu dengan orang yang salah.

If he doesn’t feel it after all these times, then he will just never feel it for the entire times. And that’s the end of the story.

Dipublikasi di Love & Marriage, Talk about guy | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Korean Skin Care Routine (2)

Kemarin saya ngobrol / curhat / ghibah dengan sesama Beauty Blogger. Pembicaraan yang tadinya ‘kurang sehat’ pun menjadi pembicaraan yang sehat waktu dia menanyakan soal gimana program skin care saya selama sebulan ini.

Sejak bulan April 2017, saya mulai mencoba yang disebut-sebut sebagai 10 Step Korean Skin Care Routine. Buat yang belum familiar, kurang lebih ini maksudnya adalah rangkaian 10 langkah / tahapan / jenis perawatan kulit yang harus dilakukan / diaplikasikan ke wajah. Bagi para newbie seperti saya, harap diingat, ini baru skin care loh yaaa… belum make up! Namun konon katanya, kalau kulit kita sudah terawat dan kinclong, make up nggak perlu tebal-tebal. (Ini terbukti sih buat saya, baca sampai akhir yaaa :p)

Perlu juga diketahui bahwa sebagai seorang skin care newbie saya sempat bingung karena ternyata yang disebut 10 langkah tuh banyak versi dan nggak ada yang baku (ya iyalah, emangnya tata tulis karya ilmiah?) Jadi saya pun mengikuti versi yang paling gampang yaitu versi Soko Glam dan saya modif dikit sesuai keadaan :’))

Nah apakah 10 langkah tersebut?

1. Makeup remover & oil cleanser
Intinya sih tahapan ini adalah tahapan bersihin make up. Saya pribadi, kalau nggak habis pakai make up akan skip tahap ini.

2. Water-based cleanser
Intinya adalah: sabun cuci muka :p

3. Exfoliation
Eksfoliasi ini adalah tahap ‘menghilangkan’ sel-sel kulit mati yang membuat wajah tampak kusam. Eksfoliasi sendiri ada yg prosesnya secara ‘mekanis’ yaitu menggunakan scrub muka dan ada juga yang dilakukan secara ‘kimiawi’ dengan toner.

4. Toners
Toner ini tugasnya mengondisikan kulit wajah yang sudah dicuci (dan dieksfoliasi) supaya ‘siap’ untuk menerima tahapan / produk skin care berikutnya. Ibarat spons, penyerapan skin care akan lebih maksimal ketika muka dalam kondisi lembab.

5. Emulsion
Emulsion ini… sebetulnya agak membingungkan karena ada yang dipakai sebelum essence / serum (untuk memaksimalkan kondisi kulit menerima serum) dan ada juga yang dipakai sesudah essence / serum (untuk ‘mengunci’ serum). Sesuai rekomendasi produk skin care yang saya coba, emulsion-nya saya pakai sebelum serum.

6. Essence / Serum
Essence / serum ini merupakan tahapan skin care paling intensif dengan konsentrasi paling tinggi untuk mengatasi masalah utama kulit kita. Beda masalah, beda pula serumnya. Ada yang untuk melembabkan, mengatasi jerawat, anti aging, atau seperti saya, untuk mencerahkan.

7. Sheet masks
Sheet mask ini berupa masker siap pakai berbentuk lembaran yang direndam dalam essence. Kemasannya sheet mask biasanya lucu-lucu dan sangat cocok untuk Me Time di rumah namun saya suka berasa sayang :p Jadi untuk sheet mask ini saya nggak pakai setiap hari.

8. Eye cream
Eye cream berguna untuk mencerahkan area seputar mata supaya nggak seperti panda. Ada juga sih yang berfungsi mencegah kerutan tanda-tanda penuaan dini. Saya pribadi nggak rajin pakai eye cream karena nggak terlalu merasa terganggu dengan kantung mata. Biarlah dunia tau kalau Hayati lelah.

9. Moisturizer
Terjemahannya: pelembab :’)) Kalau dari yang saya baca-baca dan saya simpulkan sendiri ya ini sebetulnya krim pelembab pagi / krim pelembab malam. #LAH #koksemaunyasendiri? #janganditiru

10. Sun protection
Bahasa gampangnya: sunblock :p Dipakai setiap hari? Saya sih pakai kalau mau keluar rumah saja. Kalau sekedar panas-panasan dekat kompor nggak, walaupun kalau baca tulisan beberapa beauty blogger sih seharusnya tetap dipakai karena sinar matahari sebetulnya menembus atap rumah.

Jadi sebetulnya untuk saya sehari-hari yang di rumah saja urutannya adalah cuci muka -> toner -> emulsion -> essens -> serum. Kalau keluar rumah ditambah sunblock dan kalau malam kadang saya pakai moisturizer yang berupa sleeping pack / mask.
Boleh dibilang selama 2 bulan ini saya cukup disiplin menjalani skin care routine ini. Jadi apakah kulit sudah kinclong seperti @janineintansari atau @rachgoddard? Tentu!

Muka lebih cerah, nggak terlihat kusam. Bukan jadi putih ya, apalagi saya pada dasarnya kulitnya kuning langsat. Kalau kata salah satu artikel yang saya baca, kulit wajah nggak mungkin lebih putih dari kulit tubuh yang nggak terpapar sinar matahari. Nah, kalau sampai lebih putih, berarti ada yang ‘salah’ dengan skin care kita. Noda bekas jerawat belum hilang sepenuhnya, namun agak memudar. Pori-pori tetap besar namun tekstur muka jadi relatif lebih halus.

Ketika pakai base make up jadi lebih gampang dibaurkan dan hasilnya pun lebih rata. Make up jadi lebih ringan dan natural. Muka jadi nggak terlalu cepat berminyak. Sebetulnya ekspektasi saya pun nggak muluk-muluk waktu memulai program ini. Buat saya, yang penting saya memulainya, bisa konsisten melakukannya dan diteruskan (siapa tau kan umur 47 masih cenghar layaknya Gwen Stefani :p).

 

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Korean Skin Care Routine (1)

Sudah hampir setahun ini, saya sepertinya ‘lupa’ banget sama perawatan kulit. Sehari-hari paling pakai sabun cuci muka dan make up remover sepulang kerja. Saya pikir perawatan muka tercukupi dengan cuci muka pakai sabun homemade & toner cuka apel supaya alami, plus dibantu dengan Equil Derma Hydration Dew.

Begitu usia hampir menginjak 27 tahun, saya baru mulai mendapat sinyal dari alam semesta untuk insyaf dan kembali memperhatikan kulit wajah saya. Beberapa teman beauty blogger banyak yang memposting tentang 10 steps Korean skin care routine. Ada yang bilang kalau skin care itu sebetulnya untuk memancarkan inner beauty karena dengan kulit yang sehat dan glowing, make up nggak perlu tebal-tebal. Ada juga yang bilang kalau skin care itu investasi jangka panjang supaya kulit tetap bagus di kemudian hari. Begitu denger kata ‘investasi’, saya jadi beneran mikir loh :p

Saya pun berkaca dan mulai mengamati baik-baik kulit wajah saya. Kusam, berkomedo, dan banyak noda bekas jerawat. Saya pikir-pikir lagi: saya kan sehari-hari jarang di rumah, tentunya sering terpapar sinar matahari sehingga saya butuh skin care.

I properly understand that my routinity will change my priority but it doesn’t mean that skin care should always be on the bottom of the list, right?

Then and there, I was enlightened. Jadi saya pun memutuskan untuk memulai skin care routine di usia yang hampir memasuki 27 ini! Mudah-mudahan belum terlambat :’)

Saya pun mulai tanya-tanya ke teman-teman yang sudah lama dapat ‘pencerahan’, browsing-browsing tentang step-step skin care, produk apa yang sekiranya cocok dengan kulit saya yang bertipe kombinasi cenderung kering ini. Saya mulai cek-cek review-review para beauty enthusiast dan tips trik dari para beauty gurus. Saya mulai terbengong-bengong baca istilah-istilah holy grail, exfoliating toner vs acid toner vs hydrating toner (yang selama ini gue pake apaaa?), atau serum vs essence vs ampouls (bedanya apaaa?)

Kesimpulannya: GUYS, INI RIBET BANGET LOH! :’)

Long story short, saya yang pusing dengan segala istilah / teori / review tersebut memutuskan untuk… yaudahlah dicoba dulu aja deh. Saya mencoba Laneige White Plus Renew Trial Kit.

DSC20170429

 

Laneige White Plus Renew Trial Kit ini terdiri dari:

White Plus Renew Skin Refiner (15ml)
Ini ternyata fungsinya adalah sebagai toner yaitu untuk mengondisikan kulit wajah yang sudah dicuci supaya ‘siap’ untuk menerima tahapan / produk skin care berikutnya.

White Plus Renew Emulsion (15ml)
Oke, waktu baca pun saya bingung. Emulsion ini adalah produk / tahapan yang beda-beda untuk tiap merek skin care (WHAT? HELP!). Intinya kalau dari hasil baca-baca, emulsionnya Laneige ini dipakai sebelum essence karena mengondisikan kulit wajah supaya maksimal menerima serum. Bedanya apa sama dong sama toner? Yang ini lebih kental dan melembabkan. Kalau ditanya lebih lanjut saya nyerah loh ya! :’))))

White Plus Renew Essence_EX (7ml)
Essence ini merupakan tahapan yang katanya paling esensial, seperti namanya… #youdontsay Intinya dia adalah skin care dengan konsentrasi tertinggi untuk mencapai tujuan kita (misal: mau mencerahkan kulit, mau menghilangkan flek, mencegah keriput, dst)

Capsule Sleeping Pack (3 ml)
Yang ini setelah saya baca-baca adalah sejenis masker yang bisa dibawa tidur, jadi dia akan bekerja sepanjang malam saat sel-sel kulit wajah melakukan regenerasi.

Ternyata walaupun agak ogah-ogahan, saya berhasil ‘mendisiplinkan diri’ memakai trial kit ini sampai tetes-tetes terakhir. Hasilnya ternyata bikin saya nggak menyesal mencoba! Kulit terasa lebih sehat dan segar. Ketika mengaplikasikan base make up pun terasa jauh lebih cepat merata.

Berhubung progressnya nyata, saya pun jadi semangat dan mulai melakukan extensive online research soal 10 Steps Korean Skin Care Routine yang konon merupakan kunci dari flawlessnya kulit para artis Korea, hohoho. Yuk baca post selanjutnya disini

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hari yang menyenangkan bersama Gojek

Entah kenapa, weekend ini saya sedang malas-malasnya pergi keluar rumah. Badan rasanya luar biasa pegal dan capek banget! Belum pernah tempat tidur saya terasa sampai sebegitu nyamannya. Bantal terasa lebih empuk, selimut lebih lembut, sampai AC yang temperaturnya tidak bisa diatur itu mendadak terasa pas untuk menemani saya untuk tetap tidur di akhir pekan. 

Masalahnya cuma satu: saya kehabisan bedak padat. Sudah 2 weekends plus 1 hari libur nasional terlewati, saya masih saja belum menyempatkan diri pergi ke mall terdekat yang menjual bedak saya itu. 

Saya mulai bingung. Hari Rabu minggu depan saya harus berangkat keluar kota. Apa jadinya kalau saya pergi tanpa bedak? Tapi tetap saja, pikiran harus meninggalkan kasur hanya untuk pergi beli bedak terasa bukan ide yang menyenangkan. Pikir saya, “Minggu depan akan bikin capek banget! Harus submit beberapa reports sebelum pergi keluar kota dan selama disana, masih harus kerja untuk handle urusan di Jakarta sini.

Lihat kan? Lebih baik minggu ini tetap tidur di rumah saja! Lalu bagaimana dengan bedak saya? Ah… Beli pakai aplikasi Gojek saja!
Awalnya saya ragu-ragu mau beli bedak pakai fitur Go-Shop. Cash di dompet hanya ada seratus ribu sedangkan harga bedak saya bisa lebih dari tiga ratus ribu. Bisa pakai Go-Pay, tapi masalahnya, jarang ada driver yang mau ambil order Go-Pay dengan nilai sampai setinggi itu. Tapi ya saya coba saja dulu. Sambil tunggu aplikasi Gojek cari driver-nya, sambil saya menyusun back-up plan jika sampai tidak ada driver yang bersedia ambil order saya. Tapi ternyataa, tidak butuh waktu lama sampai ada driver yang ambil order saya!

Saya sempat khawatir si driver ini akan cancel order saya. Udah lima menit lebih tidak ada SMS atau telepon dari si driver. Jadi ya sudah. Saya SMS dia duluan untuk menjelaskan lokasi toko kosmetiknya. Nggak lama si driver telepon dan meminta saya untuk konfirmasi warna bedak langsung ke SPG-nya. Tidak sampai setengah jam kemudian, bedak saya sudah tiba di kosan! Persis sesuai pesanan yang sayaa tulis di aplikasinya.

Beres urusan bedak seperti mengingatkan saya betapa saya mulai sangat tergantung dengan aplikasi ini. Jalanan macet dan malas naik angkot, saya tinggal pesan Go-Ride. Malas ke salon untuk potong rambut, saya pesan Go-Glam. Shampo yang baru saya beli ketinggalan di rumah nyokap, saya ambil pakai Go-Send. Dan yang paling sering, malas keluar cari makan, saya pesan pakai Go-Food saja! Berkat Go-Food, saya jadi punya lebih banyak referensi makanan yang bisa saya coba setiap harinya!

Selain fitur yang sudah pernah saya coba, saya masih pengen coba Go-Massage. Pengen cobain hot stone massage-nya. Lalu kapan-kapan mau coba make-up plus hijab styling-nya juga! Trus nanti pas Lebaran, mau coba pesan Go-Clean juga. Gojek sudah sangat lengkap buat saya.

Saking terkesannya sama Gojek, saya iseng-iseng Googling si Nadiem Makarim dan berakhir di Instagram-nya. Cuma sedikit foto, entah benar punya dia atau bukan, yang sudah dihujani komentar dari unhappy customers dan bahkan, banyak juga komentar dari unhappy drivers!

Emang sih, saya enggak kerja di Gojek. Tapi saya bisa memahami sulitnya menjalankan online business skala besar. Semakin banyak transaksinya, semakin canggih fitur yang ditawarkan, semakin tinggi pula potensi terjadinya system error. Not an excuse, but understandable. Saya percaya Gojek tidak berniat menelan dana Go-Pay nasabah yang gagal top-up, saya yakin itu hanya system glitch saja, bukan sesuatu yang disengaja. It’s not easy to run an e-commerce, but it’s fun!

Balik ke Gojek, saya senang dan merasa sangat terbantu dengan aplikasi ini. Tarifnya juga bersahabat, sangat bersahabat, sehingga kadang saya penasaran, “Kalau tarifnya terus serendah ini, gimana kalau suatu saat nanti Gojek sudah tidak lagi mendapatkan suntikan dana? Bagaimana cara mereka bisa survive? Oh, well… I guess that is Gojek’s homework! 

Berkat Gojek, hari ini saya bisa santai-santai seharian. Makan, tidur, makan lagi. Nonton serial TV favorit, ketawa-tawa sendirian, sambil makan lagi. Ada banyak definisi hari yang menyenangkan, dan hari ini salah satunya. And I thank Gojek for this! Hehehehe.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Face 2 Face Cosmetics: Lip Stain XOXO

Dulu mungkin kita kenal lip product itu cuma Lipstick, Lip balm, dan Lip gloss. Tapi kemudian bermunculan lip product lain seperti Lip stain, Lip cream dan Lip liner. Saya sendiri salah satu penggemar lip stain, karena bibir saya yang kering lip stain dapat melembapkan dan lebih tahan lama di bibir. Bedanya Lip Stain dengan lipstick biasa adalah warnanya yang lebih natural dengan teksturnya yang ringan berbahan dasar air.

Sudah banyak brand yang mengeluarkan produk lip stain salah satunya adalah F2F Cosmetics yang baru saja mengeluarkan produk terbaru mereka yaitu Lip Stain dalam kemasan tube dengan 5 warna shade yang cantik:
01 Harmoni
02 A Capella
03 Rhythm
04 Melody
05 Symphony

Lip stain dari F2F Cosmetics ini bertekstur cair seperti air dan dapat menyerap langsung pada bibir serta memberikan tampilan bibir yang sehat. Lip stain ini memberikan hasil akhir glossy dan warna natural pada bibir dengan wangi buah-buahan. Sayangnya lip stain ini mudah terhapus dari bibir, sehingga ketahannya tidak lama.

Bagi para pemula yang mulai tertarik dengan makeup, lip stain adalah pilihan yang cocok untuk dicoba. Selain pigmentasi warnanya lebih sheer dari lipstick, pemakaiaanya juga lebih mudah jadi nggak perlu takut akan berantakan. Lip stain juga bisa dijadikan sebagai dasar sebelum memakai lipstick agar tahan lebih tahan lama.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Face2Face Cosmetics: Smartphone Photography

Hari sabtu tanggal 13 Mei 2017, saya menghadiri event yang diadakan oleh Face2Face Cosmetics dan Hawees photo yaitu “Smartphone Photography” di Hotel Luxton Bandung. Di event ini, saya belajar tentang teknik foto Flatlay yg lagi hits di Instagram. Flatlay sendiri merupakan teknik foto dengan cara membidik beberapa objek, baik makanan, produk, dan lainnya melalui jepretan kamera dari atas ke bawah lurus 90 derajat. Objeknya sendiri diletakan di permukaan datar (flat) yang menghadap ke kamera.

18443534_660016957527628_4246444095519588352_n.jpg

Pemilihan background sangat penting dalam foto flatlay agar Instagrammable. Kita harus pintar-pintar menselaraskan warna. Biasanya background warna-warna polos seperti putih atau unsur kayu paling banyak dipilih. Selain itu, kita harus menyesuaikan proporsi objek yang di foto dengan tema yang telah ditentukan sebelumnya agar foto yang dihasilkan tampak “bercerita”. Agar terlihat lebih menarik kita bisa meelakukan styling dengan menambahkan properti seperti bunga, manik-manik, atau hiasan kecil lainnya.

Layaknya genre fotografi lainnya, cahaya adalah kunci kesuksesan sebuah foto karena dengan adanya cahayalah sehingga foto tercipta. Sebagai seorang fotografer meskipun hanya mengandalkan handphone, kita harus memahami prinsip lighting. Sumber cahaya yang paling mudah dan murah yang bisa kita dapatkan adalah cahaya matahari atau lebih dikenal dengan natural light. Sumber cahaya ini dapat diperoleh dengan meletakkan objek foto di dekat jendela, pintu kaca, atau pemotretan outdoor. Sumber cahaya juga bisa berupa artificial light yakni teknik memotret dengan menggunakan media penerangan buatan seperti lampu studio ataupun lampu belajar.

Hal yang paling ditunggu-tunggu dari event ini adalah saat para peserta diajak untuk mempraktekkan sendiri teknik foto flatlay ini dengan menggunakan barang-barang dari Beauty Box Face2Face Cosmetics yang sebelumnya telah dibagikan kepada semua peserta. Di dalam box tersebut berisi 5 buah Lip stain, 4 buah Lipstik Matte xoxo dan 4 buah Peel Off Nail Polish. Kalau dijumlahkan total ada 13 item produk yang diberikan Face2Face Cosmetics dalam Beauty Box tersebut.

18443828_1840818539511745_752639318647898112_n

Hasil kreasi foto flatlay dari para peserta kemudian dipost ke instagram masing-masing dengan menggunakan hashtag #face2facecosmetics #f2fxhaweesphoto untuk dinilai oleh para juri dan mendapatkan kesempatan memenangkan “Goodie Bag” dari Face2Face Cosmetics.

18381858_340394256375225_7047042383472492544_n

Oh iya, di event ini juga Face2Face Cosmetics sekalian ingin memperkenalkan produk terbaru mereka yaitu Lip Stain.

18512413_1446127058794857_8164862546298273792_n.jpg

Demikian liputan acara Workshop Smartphone Photography, untuk review produk yang diberikan Face2Face Cosmetics dalam Beauty Box nanti akan dipost terpisah ya. See ya on the next post!

18425165_10212876431607764_8008803191238125563_n

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar