[Swatch] Eyeshadow Makeup Revolution: Eat, Sleep, Makeup Repeat

Sesuai janji di post sebelumnya, kali ini mau swatch eyeshadow @makeuprevolution hadiah giveaway kemarin. Ada beberapa warna eyeshadow yang shimmer, matte dan pearl. Warnanya cukup stand out di eyelid apalagi kalau dikasih base eyeshadow. Cuma pilihan warnanya terlalu “gonjreng” kurang cocok buat kalian yang lebih suka warna-warna eyeshadow yang natural. Kalau dipakai untuk pengunaan sehari-hari jadinya agak too much… Tapi kalau kalian ingin makeup ala ala yang rame, meriah dan colourful, bisa banget pake eyeshadow palette dari Makeup Revolution ini.

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Unboxing Gift Makeup Collaboration: Women Emancipation

Halo guys! Aku mau unboxing hadiah giveaway Makeup Collaboration bulan April lalu dari @atomcarbonblogger dan @makeupuccino dengan tema Women Emancipation. Tadinya aku kira hadiahnya cuma eyeshadow palette aja, tapi ternyata ada kalender dan cermin cantiknya juga. Sukaaaaa banget.


Pengen dapet hadiah juga? Yuk ikutan Make Up Collaboration-nya KBBV di bulan Mei ini dengan tema “Glitter Force”. 🌌

Review Eyeshadow-nya tunggu di post selanjutnya ya! 😉

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

[Review] Dove Facial Foam Beauty Moisture

Belakangan aku rajin browsing situs Home Tester Club. Website ini berisi tentang pemberian sample gratis hanya dengan memenuhi beberapa syarat, seperti mengisi identitas dan data diri, lalu bersedia untuk mencoba dan me-review produk itu. Jadi kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan, kita dapat barang-barang gratis (mostly adalah produk rumah tangga, seperti alat mandi, makanan, kosmetik, dll, yang dapat dengan mudah kita jumpai di swalayan terdekat), sementara Home Tester (dan perusahaan yang menyediakan barang) mendapatkan keuntungan berupa opini masyarakat akan kelebihan dan kekurangan produk mereka.

Nah, suatu hari aku tiba-tiba menjadi ganas. Mengisi identitas dan data diriku pada semua produk yang ditawarkan. Aku telah mengisi untuk produk Pond’s Acne Solutions, Nivea Lip Butter, Dove Volume Nourishment Shampoo & Conditioner, Dove Whitening Original Roll On, Oli Matic, Sunsilk Shampoo juga produk lainnya.

Aku juga mengajak teman-teman terdekatku untuk ikut serta dalam mencari sample gratisan dari Home Tester Club. Hal yang wajar bagi kami yang anak kuliahan dan haus akan something free, jadi teman-teman mengikuti jejakku untuk mendaftar di Home Tester Club.

Setelah lama gak ada kabar, akhirnya beberapa hari sebelum ramadhan, ada kiriman dari Home Tester Club! Isinya adalah paket Dove Facial Foam Beauty Moisture! Aku pun langsung coba dan rutin cuci muka pake Dove Facial Foam Beauty Moisture setiap sebelum tidur. Facial foam ini kemasannya oke karena kuat jadinya gak meleber kemana2 isinya.Tekstur produk ini mirip sama tekstur shampoo Dove, creamy dan warnanya putih susu. Cara pakenya gampang, cukup busakan di telapak tangan dengan air, pijat lembut di wajah selama beberapa menit lalu bilas. Wajah jadi bersih, halus, dan gak berasa perih atau ketarik. Wanginya juga enak dan lembut mirip sabun baby gitu. 😊

18809573_1381879295214090_1569590043067023360_n

Sudah mencoba Dove Facial Foam Beauty Moisture dari Home Tester Club? Kalau sudah, tulis review dan tunjukkan cantiknya wajah naturalmu dan menangkan hampers cantik dari @Dove

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Find your happiness, start from the little things

Beberapa kali dalam sebulan, ruas jalan di depan kosan saya sering dipakai untuk menggelar semacam pasar kaget. Pedagang pakaian, aksesoris, mainan, jajanan pasar, dan bahkan ada juga wahana sederhana untuk anak-anak kecil. Pasar malam di tengah kota Jakarta yang sangat sederhana tapi tidak pernah sekalipun tampak kekurangan pengunjung.
Suatu malam, saya melewati pasar dadakan itu di perjalanan pulang menuju kosan. Dari dalam mobil uber, saya melihat keluarga kecil berjalan bergandengan. Si anak terlihat gembira dengan balon dengan karakter Marsha di tangan kanannya. Begitu pula raut wajah ayah dan ibunya. Mereka bertiga tampak sangat bersemangat melihat-lihat barang dagangan yang digelar di sepanjang jalan.
Hanya begitu saja, hari saya saat itu menjadi lebih baik dengan sendirinya. Saya masih saja sering lupa… bahagia itu sederhana. Sesederhana menikmati malam bersama keluarga. Atau sesederhana berbahagia melihat kebahagiaan orang lain.
Sejak malam itu, perjalanan melewati pasar malam yang awalnya terasa menjengkelkan karena ramainya, berubah menjadi terasa menyenangkan. Saya seperti menemukan satu lagi alasan kecil untuk bisa berbahagia.
Find your happiness, start from the little things….
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Talk about guy (8)

Berawal dari sebuah video pendek yang dibagikan oleh Bride Story via Instagram, di dalam video itu ditampilkan sepasang manula yang sudah puluhan tahun menikah, mereka mulai pacaran sejak umurnya belum menginjak 17 tahun.

Suami dalam video ini bercerita bahwa saat itu, rumah dia dan rumah istrinya (yang dulu masih jadi pacarnya) berjarak sekitar 13 KM. Meski demikian, si suami rela menempuh jarak itu dengan berjalan kaki hanya demi menemui istrinya seminggu sekali. Melihat pengorbanan itu, ayah dari si suami suatu hari bertanya pada anaknya, 

“Do you think that girl loves you as much as you love her?”

Kemudian suatu hari, si suami sakit keras, dan tiba-tiba saja, gantian si istri yang rela berjalan kaki 13KM, sendirian, hanya untuk menemui pacarnya itu! Saat itulah si suami menemukan jawaban atas pertanyaan ayahnya, 

“She loved me as much as I did.”

Meski saya tidak mengenal pasangan ini secara langsung, tapi saya percaya bahwa memang benar mereka tetap saling mencintai meski sudah menikah puluhan tahun lamanya. Tetap mesra, dan tetap  bahagia. Tipe pasangan yang seperti ini lah yang bisa bikin saya merasa kagum! Saya lebih “iri” melihat pasangan kakek-nenek yang masih terlihat romantis ketimbang a newly wed yang masih tampak mabuk kebayang.

Kenapa?

Karena pasangan yang baru menikah, sudah hampir pasti semuanya masih tampak tergila-gila, masih mesra, dan harmonis satu sama lainnya. Lain halnya dengan orang yang sudah sampai puluhan tahun menikah. Berhasil melewati satu hari tanpa saling meneriaki satu sama lainnya saja sudah bisa dianggap bagus banget!

Berangkat dari video ini, saya jadi berkesimpulan:

Yang paling penting bukan hanya sekedar menemukan pasangan lalu menikah; yang penting adalah menikah dengan orang yang sangat kita cintai, yang juga sebaliknya dia sangat-sangat mencintai kita; dan Setelah menikah, yang paling penting bukan hanya sekedar tetap menikah dan tidak bercerai; yang penting adalah tetap menikah dan tetap bahagia. Tetap saling mencintai.

Video ini juga menyadarkan saya bahwa kemungkinan besar, menjalani hubungan yang berat sebelah akan terasa luar biasa menyiksa untuk pihak yang berada dalam posisi “lebih mencintai”. Harus selalu mengalah, harus selalu berkorban, capek sendiri, stres sendiri, sedih sendiri…. Balik ke poin dua di atas, kalaupun nantinya berlanjut sampai ke jenjang pernikahan, pertanyaannya,

“Bisa tahan sampai berapa lama?”

Pemikiran seperti ini pada akhirnya membantu saya buat bisa move-on. Kesadaran bahwa saya harus mendapat orang yang mencintai saya sama besarnya dengan saya mencintai dia membuat saya memutuskan bahwa saya tidak boleh buang-buang waktu dengan orang yang salah.

If he doesn’t feel it after all these times, then he will just never feel it for the entire times. And that’s the end of the story.

Dipublikasi di Love & Marriage, Talk about guy | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Korean Skin Care Routine (2)

Kemarin saya ngobrol / curhat / ghibah dengan sesama Beauty Blogger. Pembicaraan yang tadinya ‘kurang sehat’ pun menjadi pembicaraan yang sehat waktu dia menanyakan soal gimana program skin care saya selama sebulan ini.

Sejak bulan April 2017, saya mulai mencoba yang disebut-sebut sebagai 10 Step Korean Skin Care Routine. Buat yang belum familiar, kurang lebih ini maksudnya adalah rangkaian 10 langkah / tahapan / jenis perawatan kulit yang harus dilakukan / diaplikasikan ke wajah. Bagi para newbie seperti saya, harap diingat, ini baru skin care loh yaaa… belum make up! Namun konon katanya, kalau kulit kita sudah terawat dan kinclong, make up nggak perlu tebal-tebal. (Ini terbukti sih buat saya, baca sampai akhir yaaa :p)

Perlu juga diketahui bahwa sebagai seorang skin care newbie saya sempat bingung karena ternyata yang disebut 10 langkah tuh banyak versi dan nggak ada yang baku (ya iyalah, emangnya tata tulis karya ilmiah?) Jadi saya pun mengikuti versi yang paling gampang yaitu versi Soko Glam dan saya modif dikit sesuai keadaan :’))

Nah apakah 10 langkah tersebut?

1. Makeup remover & oil cleanser
Intinya sih tahapan ini adalah tahapan bersihin make up. Saya pribadi, kalau nggak habis pakai make up akan skip tahap ini.

2. Water-based cleanser
Intinya adalah: sabun cuci muka :p

3. Exfoliation
Eksfoliasi ini adalah tahap ‘menghilangkan’ sel-sel kulit mati yang membuat wajah tampak kusam. Eksfoliasi sendiri ada yg prosesnya secara ‘mekanis’ yaitu menggunakan scrub muka dan ada juga yang dilakukan secara ‘kimiawi’ dengan toner.

4. Toners
Toner ini tugasnya mengondisikan kulit wajah yang sudah dicuci (dan dieksfoliasi) supaya ‘siap’ untuk menerima tahapan / produk skin care berikutnya. Ibarat spons, penyerapan skin care akan lebih maksimal ketika muka dalam kondisi lembab.

5. Emulsion
Emulsion ini… sebetulnya agak membingungkan karena ada yang dipakai sebelum essence / serum (untuk memaksimalkan kondisi kulit menerima serum) dan ada juga yang dipakai sesudah essence / serum (untuk ‘mengunci’ serum). Sesuai rekomendasi produk skin care yang saya coba, emulsion-nya saya pakai sebelum serum.

6. Essence / Serum
Essence / serum ini merupakan tahapan skin care paling intensif dengan konsentrasi paling tinggi untuk mengatasi masalah utama kulit kita. Beda masalah, beda pula serumnya. Ada yang untuk melembabkan, mengatasi jerawat, anti aging, atau seperti saya, untuk mencerahkan.

7. Sheet masks
Sheet mask ini berupa masker siap pakai berbentuk lembaran yang direndam dalam essence. Kemasannya sheet mask biasanya lucu-lucu dan sangat cocok untuk Me Time di rumah namun saya suka berasa sayang :p Jadi untuk sheet mask ini saya nggak pakai setiap hari.

8. Eye cream
Eye cream berguna untuk mencerahkan area seputar mata supaya nggak seperti panda. Ada juga sih yang berfungsi mencegah kerutan tanda-tanda penuaan dini. Saya pribadi nggak rajin pakai eye cream karena nggak terlalu merasa terganggu dengan kantung mata. Biarlah dunia tau kalau Hayati lelah.

9. Moisturizer
Terjemahannya: pelembab :’)) Kalau dari yang saya baca-baca dan saya simpulkan sendiri ya ini sebetulnya krim pelembab pagi / krim pelembab malam. #LAH #koksemaunyasendiri? #janganditiru

10. Sun protection
Bahasa gampangnya: sunblock :p Dipakai setiap hari? Saya sih pakai kalau mau keluar rumah saja. Kalau sekedar panas-panasan dekat kompor nggak, walaupun kalau baca tulisan beberapa beauty blogger sih seharusnya tetap dipakai karena sinar matahari sebetulnya menembus atap rumah.

Jadi sebetulnya untuk saya sehari-hari yang di rumah saja urutannya adalah cuci muka -> toner -> emulsion -> essens -> serum. Kalau keluar rumah ditambah sunblock dan kalau malam kadang saya pakai moisturizer yang berupa sleeping pack / mask.
Boleh dibilang selama 2 bulan ini saya cukup disiplin menjalani skin care routine ini. Jadi apakah kulit sudah kinclong seperti @janineintansari atau @rachgoddard? Tentu!

Muka lebih cerah, nggak terlihat kusam. Bukan jadi putih ya, apalagi saya pada dasarnya kulitnya kuning langsat. Kalau kata salah satu artikel yang saya baca, kulit wajah nggak mungkin lebih putih dari kulit tubuh yang nggak terpapar sinar matahari. Nah, kalau sampai lebih putih, berarti ada yang ‘salah’ dengan skin care kita. Noda bekas jerawat belum hilang sepenuhnya, namun agak memudar. Pori-pori tetap besar namun tekstur muka jadi relatif lebih halus.

Ketika pakai base make up jadi lebih gampang dibaurkan dan hasilnya pun lebih rata. Make up jadi lebih ringan dan natural. Muka jadi nggak terlalu cepat berminyak. Sebetulnya ekspektasi saya pun nggak muluk-muluk waktu memulai program ini. Buat saya, yang penting saya memulainya, bisa konsisten melakukannya dan diteruskan (siapa tau kan umur 47 masih cenghar layaknya Gwen Stefani :p).

 

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Korean Skin Care Routine (1)

Sudah hampir setahun ini, saya sepertinya ‘lupa’ banget sama perawatan kulit. Sehari-hari paling pakai sabun cuci muka dan make up remover sepulang kerja. Saya pikir perawatan muka tercukupi dengan cuci muka pakai sabun homemade & toner cuka apel supaya alami, plus dibantu dengan Equil Derma Hydration Dew.

Begitu usia hampir menginjak 27 tahun, saya baru mulai mendapat sinyal dari alam semesta untuk insyaf dan kembali memperhatikan kulit wajah saya. Beberapa teman beauty blogger banyak yang memposting tentang 10 steps Korean skin care routine. Ada yang bilang kalau skin care itu sebetulnya untuk memancarkan inner beauty karena dengan kulit yang sehat dan glowing, make up nggak perlu tebal-tebal. Ada juga yang bilang kalau skin care itu investasi jangka panjang supaya kulit tetap bagus di kemudian hari. Begitu denger kata ‘investasi’, saya jadi beneran mikir loh :p

Saya pun berkaca dan mulai mengamati baik-baik kulit wajah saya. Kusam, berkomedo, dan banyak noda bekas jerawat. Saya pikir-pikir lagi: saya kan sehari-hari jarang di rumah, tentunya sering terpapar sinar matahari sehingga saya butuh skin care.

I properly understand that my routinity will change my priority but it doesn’t mean that skin care should always be on the bottom of the list, right?

Then and there, I was enlightened. Jadi saya pun memutuskan untuk memulai skin care routine di usia yang hampir memasuki 27 ini! Mudah-mudahan belum terlambat :’)

Saya pun mulai tanya-tanya ke teman-teman yang sudah lama dapat ‘pencerahan’, browsing-browsing tentang step-step skin care, produk apa yang sekiranya cocok dengan kulit saya yang bertipe kombinasi cenderung kering ini. Saya mulai cek-cek review-review para beauty enthusiast dan tips trik dari para beauty gurus. Saya mulai terbengong-bengong baca istilah-istilah holy grail, exfoliating toner vs acid toner vs hydrating toner (yang selama ini gue pake apaaa?), atau serum vs essence vs ampouls (bedanya apaaa?)

Kesimpulannya: GUYS, INI RIBET BANGET LOH! :’)

Long story short, saya yang pusing dengan segala istilah / teori / review tersebut memutuskan untuk… yaudahlah dicoba dulu aja deh. Saya mencoba Laneige White Plus Renew Trial Kit.

DSC20170429

 

Laneige White Plus Renew Trial Kit ini terdiri dari:

White Plus Renew Skin Refiner (15ml)
Ini ternyata fungsinya adalah sebagai toner yaitu untuk mengondisikan kulit wajah yang sudah dicuci supaya ‘siap’ untuk menerima tahapan / produk skin care berikutnya.

White Plus Renew Emulsion (15ml)
Oke, waktu baca pun saya bingung. Emulsion ini adalah produk / tahapan yang beda-beda untuk tiap merek skin care (WHAT? HELP!). Intinya kalau dari hasil baca-baca, emulsionnya Laneige ini dipakai sebelum essence karena mengondisikan kulit wajah supaya maksimal menerima serum. Bedanya apa sama dong sama toner? Yang ini lebih kental dan melembabkan. Kalau ditanya lebih lanjut saya nyerah loh ya! :’))))

White Plus Renew Essence_EX (7ml)
Essence ini merupakan tahapan yang katanya paling esensial, seperti namanya… #youdontsay Intinya dia adalah skin care dengan konsentrasi tertinggi untuk mencapai tujuan kita (misal: mau mencerahkan kulit, mau menghilangkan flek, mencegah keriput, dst)

Capsule Sleeping Pack (3 ml)
Yang ini setelah saya baca-baca adalah sejenis masker yang bisa dibawa tidur, jadi dia akan bekerja sepanjang malam saat sel-sel kulit wajah melakukan regenerasi.

Ternyata walaupun agak ogah-ogahan, saya berhasil ‘mendisiplinkan diri’ memakai trial kit ini sampai tetes-tetes terakhir. Hasilnya ternyata bikin saya nggak menyesal mencoba! Kulit terasa lebih sehat dan segar. Ketika mengaplikasikan base make up pun terasa jauh lebih cepat merata.

Berhubung progressnya nyata, saya pun jadi semangat dan mulai melakukan extensive online research soal 10 Steps Korean Skin Care Routine yang konon merupakan kunci dari flawlessnya kulit para artis Korea, hohoho. Yuk baca post selanjutnya disini

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar